RSBI DIHAPUSKAN

Dianggap tidak sesuai dengan semangat UUD 45 sekolah  berlabel Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) dihapuskan. Hal ini diputuskan Mahkamah Konstitusi yang dibacakan Selasa (08/01) di Gedung MK. etua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhammad Nuh, Ahad (13/1), sepakat menghentikan program rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) mulai tahun ajaran 2013-2014. Karenanya, sekolah yang mempunyai program RSBI masih bisa meneruskan programnya sampai empat bulan mendatang.

Sekolah RSBI dinilai telah membentuk kastanisasi dalam pendidikan. Atas keputusan MK tersebut dan demi sebuah konstitusi, 3.000 lebih sekolah RSBI di Indonesia harus menanggalkan status RSBI-nya. Dengan begitu tidak ada lagi status sekolah RSBI di Indonesia.  Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD menegaskan kepentingan MK terhadap dihapuskannya pasal 50 ayat 3 Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) yang menjadi dasar hukum pembentukan RSBI itu dikarenakan adanya kepentingan dana dari negara kepada masyarakat yang tidak merata , sehingga terjadinya diskriminasi.

Saat ini, sekitar 1300-an sekolah RSBI tersebar di seluruh Indonesia. Untuk jenjang Sekolah Dasar tercatat sebanyak 239 sekolah, untuk Sekolah Menengah Pertama tercatat 356 sekolah dan sisanya merupakan Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan.

Pengamat pendidikan, Darmaningtyas, mengatakan bahwa ada tidaknya RSBI ini tidak membawa pengaruh besar pada kualitas pendidikan. Pasalnya, sekolah yang memiliki status RSBI saat ini umumnya merupakan sekolah-sekolah unggulan di daerahnya masing-masing.

Disarikan dari berbagai sumber