17 Agustus 2012, Peringatan Hari Kemerdekaan RI yang Ke 67

Sekali merdeka tetap merdeka. Pekik kemerdekaan kian membahana dan menggelorakan semangat di dalam dada setiap warga Indonesia, seiring diperingatinya hari kemerdekaan NKRI yang ke 67 tahun. Hari ke 17 bulan Agustus kali ini sungguh berbeda, dan bagi yang masih mengalami proses kemerdekaan pasti terasa luar biasa. Kali ini 17 Agustus hari kemerdekaan bangsa Indonesia kali ini jatuh pada hari Jumat, dan bersamaan dengan bulan Ramadhan. Semua kejadian yang sakral dan memiliki nilai ritual yang tinggi terjadi pada hari ini.

 

Menurut sejarah, Proklamasi Kemerdekaan RI terjadi pada bulan ramadan, tepatnya 9 Ramadan 1364 H. Pembacaan proklamasi dan upacara dilaksanakan dengan sederhana dan dalam suasana bulan ramadan. Ini tentu kontras dengan saat ini, dimana perayaan dan upacaranya dilakukan dengan wah. Acara-acara dalam menyambut peringatan agustusan pun marak dan meriah dimana-mana. Tentu saja hal ini tidak ada salahnya, asalkan kita tetap bisa memaknai nilai-nilai kemerdekaan.

Pada tanggal 14 Agustus 1945 Jepang menyerah kepada Sekutu. Tentara dan Angkatan Laut Jepang masih berkuasa di Indonesia karena Jepang telah berjanji akan mengembalikan kekuasaan di Indonesia ke tangan Sekutu. Sutan Sjahrir, Wikana, Darwis, dan Chaerul Saleh mendengar kabar ini melalui radio BBC. Setelah mendengar desas-desus Jepang bakal bertekuk lutut, golongan muda mendesak golongan tua untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Namun golongan tua tidak ingin terburu-buru. Mereka tidak menginginkan terjadinya pertumpahan darah pada saat proklamasi. Konsultasi pun dilakukan dalam bentuk rapat PPKI. Golongan muda tidak menyetujui rapat itu, mengingat PPKI adalah sebuah badan yang dibentuk oleh Jepang. Mereka menginginkan kemerdekaan atas usaha bangsa kita sendiri, bukan pemberian Jepang.

Perundingan antara golongan muda dan golongan tua dalam penyusunan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia berlangsung pukul 02.00 – 04.00 dini hari. Teks proklamasi ditulis di ruang makan di laksamana Tadashi Maeda Jln Imam Bonjol No 1. Para penyusun teks proklamasi itu adalah Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan Mr. Ahmad Soebarjo. Konsep teks proklamasi ditulis oleh Ir. Soekarno sendiri. Di ruang depan, hadir B.M Diah Sayuti Melik, Sukarni dan Soediro. Sukarni mengusulkan agar yang menandatangani teks proklamasi itu adalah Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta atas nama bangsa Indonesia. Teks Proklamasi Indonesia itu diketik oleh Sayuti Melik. Pagi harinya, 17 Agustus 1945, di kediaman Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur 56 telah hadir antara lain Soewirjo, Wilopo, Gafar Pringgodigdo, Tabrani dan Trimurti. Acara dimulai pada pukul 10:00 dengan pembacaan proklamasi oleh Soekarno dan disambung pidato singkat tanpa teks. Kemudian bendera Merah Putih, yang telah dijahit oleh Ibu Fatmawati, dikibarkan, disusul dengan sambutan oleh Soewirjo, wakil walikota Jakarta saat itu dan Moewardi, pimpinan Barisan Pelopor.

Berikut Adalah Petikan Teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 1945

Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan
dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.
Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05
Atas nama bangsa Indonesia.
Soekarno/Hatta

Dirgahayu Republik Indonesia … Sekali merdeka tetap merdekaa … !!!